Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati telah mengusulkan emisi kendaraan bermotor sebagai barang kena cukai (BKC) kepada Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Itu artinya emisi kendaraan akan dikenakan cukai oleh pemerintah.

Nilai potensi pendapatan negara dari cukai kendaraan bermotor beremisi CO2 seperti motor dan mobil per tahun bisa mencapai Rp. 15,7 triliun.

Nilai potensi itu berdasarkan asumsi sekurang-kurangnya sama dengan nilai penerimaan PPn-BM atau pajak penjualan barang mewah menggunakan skema dan besaran tarif yang sama pad 2017.

Ketentuan yang akan diatur dalam rencana pengenaan cukai kendaraan, yaitu dikecualikan pada kendaraan.

  • Kendaraan yang tak menggunakan BBM seperti kendaraan listrik
  • Kendaraan umum, kendaraan pemerintah, kendaraan khusus seperti ambulan dan damkar
  • Kendaraan untuk kebutuhan ekspor

Ketentuan pengenaan cukai akan dikenakan kepada pabrikan di dalam negeri dan kepada para importir. Namun, karakter pengenaan cukai pada umumnya, beban cukai itu akan diteruskan kepada konsumen yang membelinya.

Belum ada besaran tarif yang diusulkan. Besaran tarif dapat berubah tergantung tujuan dari kebijakan pemerintah.

Bagaimana cara pembayaran? Berdasarkan dokumen tersebut diusulkan pembayaran secara berkala, dibayarkan setiap bulan.

Akhir kata penulis mengucapkan terimakasih telah membaca artikel dari mobilku, semoga apa yang mobilku share dapat bermanfaat bagian kalian semua. Tunggu postingan artikel lainnya di website mobilku.