Hujan deras yang mengguyur sejak Selasa (31/12) sore hingga Rabu (1/1) pagi menyebab kan banjir di sejumlah daerah, termasuk Jakarta dan sekitarnya. Banjir pun menyebabkan banyak mobil terendam.

Salah satunya di Pondok Aren , Tangerang Selatan. Di pemukiman padat penduduk ini banjir awalnya berupa genangan, kemudian bertahap naik semakin tinggi menutupi ban mobil, hingga akhirmya setinggi kap mesin.

Hal ini tentu akan berdampak pada kondisi mobil yang diparkirkan di garasi rumah. Apabila tidak sempat mengevakuasinya dan terlanjur terendam, setidaknya ada beberapa hal pertolongan pertama yang harus dilakukan.

Supaya nantinya mobil bisa dipakai lagi. Berikut ulasannya.

  1. Putuskan Sistem Kelistrikan

Hal pertama yang dilakukan adalah memutus sistem kelistrikan pada mobil. Mudahnya dengan membuka kap mesin, kemudian lepas penghubung kabel positif dan negatif pada aki untuk mengakhiri korsleting.

  1. Lepaskan Rem Tangan

Selanjutnya yang dilakukan adalah, lepaskan rem parkir atau rem tangan untuk menghindari kampas rem menempel dengan pelat tromol atau cakram.

Sebagai gantinya, untuk mobil manual amankan dengan memasukkan gigi 1 dan mobibl matik tetap posisikan transmisi pada P.

  1. Sempatkan Ambil Gambar

Jika situasi memungkinkan, sempatkan untuk mengambil gambar dari berbagai sisi keadaan mobil hingga interior yang terendam banjir.

Hal ini berguna sebagai bukti dan penguat ketika mengajukan klaim kerusakan akibat banjir ke pihak asuransi.

  1. Jangan Hidupkan Mesin Sampai Kendaraan Benar-Benar Kering

Hal lain yang perlu diperhatikan juga adalah, jangan coba-coba hidupkan mesin apabila banjir mulai surut. Paling sebentar biarkan mobil mengering dalam waktu 24 jam.

Jika mobil terendam hampir di seluruh bagian kendaraan, terlebih air sudah sampai ke bagian dashboard, jangan sampai menghidupkan mesin. Ini berkaitan dengan water hammer yang menyebabkan mesin jebol. Kondisi ini di mana adanya tekanan berlebih pada ruang mesin.

Karena saat dinyalakan, kemudian air masuk ke mesin lewat lubang asupan udara, kerja mesin akan lebih berat. Piston akan memukul air yang masuk ke dalam ruang bakar dalam jumlah yang banyak.

Pada tekanan berlebih inilah membuat setang piston bengkok dan mesin akan jebol, yang dapat mengakibatkan mesin mobil bisa saja akan turun mesin.

  1. Cek Pelumas Mesin

Terakhir, cek kondisi pelumas mesin melalui dipstick, guna melihat jejak air pada sistem lubrikasi. Apabila ada, maka ingat lagi jangan sampai menghidupkan mesin.

Warnanya juga bisa dicek, kalau oli mesin mobil tidak tercampur air warnanya akan kuning (kehitaman). Kalau tercampur dengan air warnanya jadi putih dan agak berbusa.

Akhir kata penulis mengucapkan terimakasih telah membaca artikel dari mobilku, semoga apa yang mobilku share dapat bermanfaat bagian kalian semua. Tunggu postingan artikel lainnya di website mobilku.