Kopling pada mobil transmisi manual merupakan komponen pekerja “kasar” yang sudah dirancang tahan banting sebaik mungkin. Namun, sama seperti komponen lainnya, kopling juga punya batas usia pakai yang bisa semakin pendek apabila digunakan dengan kebiasaan buruk.

Kopling merupakan sistem kerja penghubung dua komponen mobil lainnya yang berputar, yaitu crankshaft mesin dan gearbox (transmisi) yang berhubungan dengan roda penggerak. Berdasarkan itu, kopling berperan mengalirkan tenaga dari mesin ke roda penggerak agar mobil mendapatkan torsi dan kecepatan.

Menghubungkan dua komponen berputar bukan tugas mudah, setiap kali terhubung, kopling mengalami gesekan kasar pada bagian kampas kopling. Sebab itu, proses penghubungan yang halus menentukan cepat atau lambat komponen-komponen kopling akan cepat rusak.

Pada umumnya kampas kopling diganti setiap puluhan ribu kilometer, namun berikut kebiasaan buruk yang sanggup memperpendek usia pakai kopling.

  1. Injak dan Lepas Pedal Kopling dengan Kasar

Setiap kali pedal kopling diinjak, maka koneksi tenaga mesin ke roda terputus. Saat itulah pengemudi menentukan pilihan transmisi yang dikehendaki, kemudia pedal kopling dilepas dan akhirnya mobil bisa dikemudikan kembali.

Penting buat pengemudi menentukan kapan waktu yang tepat proses injak dan pedal kopling dengan mulus agar kerja kopling tidak terlalu berat. Apabila kamu melepasnya secara kasar maka lama kelamaan kopling akan cepat rusak dan habis.

  1. Setengah Kopling

Injak setengah pedal kopling sebenarnya merugikan komponen sebab kopling bergesekan namun trasnfer tenaga ke roda tidak dalam kondisi maksimal. Dari pandangan usia pakai komponen, kebiasaan ini mesti dihindari sebab tidak menguntungkan komponen pada kopling itu sendiri.

  1. Menggantung Kaki pada Pedal Kopling

Menggantung hampir sama bahayanya dengan setengah kopling. Hal ini akan membuat kopling mengalami gesekan yang tidak perlu terjadi. Ini akan membuat Kamu terbiasa untuk selalu menginjak kopling, padahal seharusnya belom waktunya untuk diinjak.

  1. Terlalu Sering Injak Kopling

Menurut MobilKu, kebiasaan terlalu sering injak pedal kopling dapat menyebabkan bantalan rilis dan kampas kopling lebih mudah aus. Kebiasaan seperti ini dikatakan sering dilakukan saat tanjakan dan macet.

  1. Salah Memasukan Gigi

Melaju menggunakan gigi tinggi namun kecepatan rendah bikin kerja kopling semakin berat dan memungkinkan terjadi selip pada kompas kopling. Hal itu juga terjadi bila pengemudi memilih gigi rendah untuk kecepatan yang tinggi.

Akhir kata penulis mengucapkan terimakasih telah membaca artikel dari mobilku, semoga apa yang mobilku share dapat bermanfaat bagian kalian semua. Tunggu postingan artikel lainnya di website mobilku.