Meninggalnya seseorang secara tiba-tiba akibat serangan jantung sering kali terjadi pada zaman ini.

Seseorang yang sebelumnya terlihat sehat bugar bisa mengalami serangan jantung secara tiba-tiba. Sebenarnya apa itu serangan jantung dan bagaimana tanda awal untuk mendeteksinya?

Penyebab Terjadinya Serangan Jantung

Serangan jantung terjadi karena aliran darah ke jantung tersumbat. Penyumbatan ini sering terjadi karena disebabkan oleh penumpukan lemak, kolestrol, dan zat-zat lainnya, yang membentuk plak di arteri yang memberi makan jantung (arteri koroner)

Plak tersebut akhirnya pecah dan membentuk gumpalan sehingga mengganggu aliran darah. Sementara itu, aliran darah yang terganggu dapat merusak atau menghancurkan bagian dari otot jantung.

Tanda Awal Serangan Jantung

Beberapa peristiwa serangan jantung memang sering terjadi secara mendadak dan intesif. Namun, ada pula yang terjadi secara perlahan dengan menampakan gejala tertentu.

Berikut tanda-tanda awal yang biasa terjadi pada kasus serangan jantung.

  1. Ketidaknyamanan Di Bagian Dada

Sebagian besar kasus serangan jantung menimnulkan rasa tak nyaman di bagian dada tengah yang terjadi sela beberapa menit.

Rasa tak nyaman di bagian dada tersebut juga bisa menghilang dan datang kembali.

Sensasi tidak nyaman yang terjadi biasanya terasa seperti tekanan yang tidak nyaman, dada terasa penuh, tertindih atau sakit.

  1. Rasa Tidak Nyaman pada Tubuh Bagian Atas

Gejalanya bisa berupa rasa sakit atau tidak nyaman pada satu atau kedua lengan, punggung, leher, rahang atau perut.

  1. Sesak Napas

Rasa tidak nyaman di dada bagian tengah ini juga bisa mengakibatkan sesak napas.

Tanda-tanda lain yang biasa terjadi pada pasien serangan jantung antara lain, munculnya keringat dingin, mual atau pusing. Ini dapat terjadi dengan atau tanpa ketidaknyamanan pada bagian dada.

Pertolongan Pertama Pada Serangan Jantung

Lalu, apa yang harus kita lakukan ketika berada di dekat seseorang yang mengalami serangan jantung?

Ketika melihat ada seseorang yang pingsan karena serangan jantung, hal pertama yang kita lakukan adalah meminta bantuan medis darurat.

Setelah itu, kita periksa apakah orang tersebut masih bernapas atau memiliki denyut nadi. Jika napas dan denyut nadi tidak terasa, lakukan resusitasi Jantung Paru atau CPR agar darah tetap mengalir.

CPR bisa dilakukan dengan memberi tekanan di dada pasien. Tekanan dilakukan dengan mengepalkan salah satu tangan dan meletakan tangan Kamu yang bebas di atasnya.

Setelah itu letakkan tangan yang paling bawah (bagian keras dekat pergelangan) di tengah dada, yaitu antara payudara korban.

Pemberi tekanan dilakukan sebanyak 100 sampai 120 tekanan per menitnya dan biarkan dada korban bergoyang di antara tekanan. Usahakan jarak antar tekanan teratur dan lakukan hal ini pada permukaan yang datar.

Akhir kata penulis mengucapkan terimakasih telah membaca artikel dari mobilku, semoga apa yang mobilku share dapat bermanfaat bagian kalian semua. Tunggu postingan artikel lainnya di website mobilku.