Banyak orang yang lebih memilih naik eskalator ketimbang tangga. Memang sih, naik eskalator atau lift lebih lebih praktis, menghemat waktu, tentu juga tidak mengeluarkan banyak tenaga.

Namun dibalik itu semua, naik tangga justru memberikan segudang manfaat yang sayang untuk Kamu lewatkan. Nah, apa saja manfaat naik tanggan untuk kesehatan? Yuk, cari tahu lewat penjelasan berikut.

  1. Membakar Kalori

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan naik tangga dapat membakar lebih banyak kalori per menit daripada jogging.

Para ahli mencatat aktivitas naik tangga dapat menghabiskan 8 sampai 9 kali lebih banyak kalori daripada saat duduk dan 7 kali lebih banyak kalori daripada naik lift.

Setiap 10 langkah naikĀ  akan membakar 1 kalori, begitu pula saat Kamu menuruni tangga. Bedanya, setiap kali berhasil menuruni satu anak tangga, maka Kamu akan membakar 0,05 kalori dalam tubuh. Jadi, setiap menuruni 20 buah anak tangga akan membakar 1 kalori dalam tubuh.

Bagi Kamu yang mengalami masalah kelebihan berat badan atau obesitas, tentu kesulitan untuk menemukan jenis olahraga yang cocok. Nah, cobalah untuk membiasakan diri naik tangga untuk membantu menurunkan berat badan Kamu.

Semakin banyak Kamu naik-turun tangga, semakin banyak pula kalori yang ikut terbakar dalam tubuh. Alhasil, semakin banyak pula berat badan yang bisa diturunkan.

  1. Menurunkan Risiko Stroke

Salah satu manfaat naik tangga yang tak kalah menakjubkan adalah menurunkan risiko stroke. Hal ini dibuktikan oleh para ahli dari Harvard Alumni Health Study yang telah meneliti lebih dari 11.000 pria.

Hasilnya, sebanyak 29 persen pria mengalami penurunan risiko stroke jangka panjang setelah membiasakan diri untuk naik tangga 3 sampai 5 kali seminggu.

  1. Menyehatkan Jantung

Berbagai penelitian telah membuktikan bahwa kebiasaan naik tangga bermanfaat untuk kesehatan jantung. Pasalnya, naik tangga dapat meningkatkan kesehatan organ jantung dan paru-paru, sehingga melancarkan aliran darah yang membawa oksigen ke jantung.

Alhasil, jantung Kamu akan semakin sehat dan terhindar dari risiko penyakit jantung. Kebugaran kardiorespirasi ternyata dapat memengaruhi usia harapan hidup seseorang.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Circulation tahun 2015 mengungkapkan bahwa kebiasaan naik tangga dapat menurunkan risiko kematian sebesar 38 persen.

  1. Menguatkan Otot

Saat Kamu naik tangga, sistem tulang dan otot di seluruh tubuh ikut bergerak aktif. Mulai dari otot kaki, otot lengan, hingga otot punggung. Semakin banyak pergerakan tulang dan otot, maka ini akan bermanfaat untuk menurunkan risiko pengeroposan tulang atau osteoporosis.

Pada saat yang bersamaan, sistem metabolisme tubuh akan meningkat sehingga kalori yang terbakar akan semakin banyak. Ini akan membuat berat badan Kamu ikut berkurang secara perlahan seiring dengan pembakaran kalori saat naik tangga.

Selain itu, manfaat naik tangga juga dapat dirasakan oleh pengidap diabetes. Pasalnya, pergerakan otot skeletal bermanfaat untuk mengendalikan gula darah menjadi lebih stabil.

Dengan demikian, gula darah tidak akan cepat naik dan membuat para diabetesi menjadi lebih sehat.

  1. Memelihara Kesehatan Otak

Sebuah studi yang dipublikasikan dalam Journal of Neurobiology of Aging mengungkapkan bahwa sering naik turun tangga dapat mengoptimalkan fungsi kesehatan otak.

Hasil studi tersebut juga memperlihatkan bahwa kebiasaan naik turun tangga dapat mengurangi risiko penuaan otak lebih lambat dibandingkan orang yang jarang naik turun tangga.

Kebiasaan naik tangga bisa menjadi pilihan bagi banyak orang dewasa, setidaknya satu kali sehari dibandingkan melakukan aktivitas fisik yang tergolong berat.

Akhir kata penulis mengucapkan terimakasih telah membaca artikel dari mobilku, semoga apa yang mobilku share dapat bermanfaat bagian kalian semua. Tunggu postingan artikel lainnya di website mobilku.