Kembali, Jakarta dilanda banjir di sejumlah titik. Banjir tersebut mengganggu sejumlah aktivitas, terutama logistik di wilayah Jakarta.

Ketua Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) Zaldy Ilham Masita mengatakan, banjir kemarin melumpuhkan bisnis logistik.

Dihubungi secara terpisah, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Truk Indon esia (Aptrindo) Gemilang Tarigan menuturkan, ada sekitar 6.000 truk tak bisa beroperasi imbas banjir.

Beberapa depo truk di Marunda dan Cakung terendam banjir sehingga truk tak bisa masuk.

Menurut Gemilang, tak hanya aktivitas truk yang terganggu, namun pegawai juga terpaksa diizinkan tak masuk. Banjir yang melanda Jakarta dan Bekasi kemarin membuat pelaku usaha logistik rugi hingga Rp 40-45 miliar.

Ia mengungkapkan, hampir seluruh depo logistik di Jabodetabek terdampak banjir. Tentunya pengiriman logistik dalam wilayah Jabodetabek terhambat.

Jika 1 truk dalam satu kali angkutan memperoleh Rp 2 juta, maka ia prediksi kerugian pengusaha mencapai Rp 1,2 miliar untuk perjalanan truk saja.

Menurutnya, penanganan banjir ini bisa dimaksimalkan oleh pemerintah. Meski begitu, pihaknya tak berniat mengajukan gugatan ke pemerintah atas kerugian akibat banjir kemarin.

Tak hanya pengusaha logistik, pengusaha atau operator Jalan Tol juga mengeluh karena bisnisnya terganggu banjir.

Akhir kata penulis mengucapkan terimakasih telah membaca artikel dari mobilku, semoga apa yang mobilku share dapat bermanfaat bagian kalian semua. Tunggu postingan artikel lainnya di website mobilku.