Pengiriman uang antar bank saat ini memang dikenakan biaya sekitar Rp 6.500 hingga Rp 7.500 setiap kali transaksi. Namun hadir layanan fintech sistem pembayaran dompet elektronik yang menawarkan promo gratis biaya kirim.

Misalnya OVO, e-wallet besutan Lippo Group ini memberikan kemudahan dan gratis biaya transfer uang ke bank manapun. Namun pada 12 Desember 2019 OVO tak lagi menggratiskan biaya alias berbayar Rp 2.500 per transaksi.

Apakah ini menandakan era bakar uang sudah berakhir?

Menanggapi hal tersebut, Direktur Riset CORE Indonesia, Piter Abdullah mengungkapkan gratis biaya transfer atau ongkos kirim uang yang dilakukan oleh perusahaan e-wallet atau uang elektronik sampai fintech sistem pembayaran merupakan strategi pemasaran yang biasa dilakukan untuk menarik para pengguna baru.

Itu hal biasa untuk menarik, mengenalkan produk, yang kemudian diharapkan dapat memunculkan kebutuhan akan produk yang ditawarkan. Dia mengungkapkan, memang program tersebut tidak mungkin terjadi selamanya. Ada jangka waktu tertentu untuk pemberlakuan promosi, sama seperti promosi yang lain.

Saya kira pengguna sudah paham akan hal ini dan tidak kaget. Penghentian promo gratis biaya transfer suatu saat pasti akan berhenti dan biaya transfer pasti akan dikenakan.

Menurut Piter, era bakar uang yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan itu sudah waktunya dihentikan. Hal ini karena dana investor akhirnya akan habis dan juga perusahaan harus memikirkan bagaimana melanjutkan bisnis secara normal dan mendapatkan keuntungan.

Peneliti INDEF Bhima Yudhistira Adhinegara menjelaskan perusahaan e-wallet memang biasa melakukan promo dengan cashback hingga transfer gratis biaya. “Ini sebagai cara untuk memperbesar kue market share di Indonesia,”

Perusahaan yang akan jadi pemenang adalah yang kuat membakar uang secara besar-besaran. “Masalahnya strategi bakar uang dengan terus menerus menanggung biaya transfer antara bank itu pasti akan ada ujungnya,”

Bhima Yudhistira juga menjelaskan bahwa beberapa faktor yang membuat e-wallet menghentikan aksi bakar uangnya adalah investor sudah meminta uang agar cepat kembali. Faktor lainnya adalah kesulitan mendapatkan investor atau venture capital baru untuk melakukan bakar uang.

Dia mengungkapkan, yang dikhawatirkan adalah beberapa investor memandang tahun 2020 akan ada resesi global yang berdampak pada risiko investasi yang mereka tanam di e-wallet. Jadi mereka mulai melakukan rasionalisasi dan bakar uang akan distop.

Menurut dia, masyarakat saat ini memang tertarik dengan promosi yang diberikan. Dengan promosi dan keunggulan produk yang diberikan maka otomatis ada kebutuhan atau bahkan ketergantungan.

Seharusnya masyarakat paham dengan hal ini. Akan ada waktunya promo berakhir, apabila dihentikan sekarang ini dampaknya tidak terlalu mengagetkan, apalagi biayanya juga masih di bawah biaya transfer bank. Yang penting adalah bagaimana tetap menjaga kualitas layanan dan keamanan.

Layanan dompet elektronik (e-wallet) OVO akan mengenakan biaya Rp 2.500 untuk transfer ke bank lain. Biaya ini berlaku mulai 12 Desember 2019. Para pengguna menanyakan informasi tersebut ke akun twitter resmi @ovo_id. Pihak OVO menjawab keluhan-keluhan tersebut dan mengamini rencana pemberlakuan biaya.

Mulai 12 Desember 2019 biaya transfer ke semua bank bakal dikenakan tarif Rp 2.500 setiap transaksi.

Kemudian juga diumumkan syarat dan ketentuan terkait biaya tersebut. Yakni hanya OVO Cash yang dapat ditransfer ke bank. Sebelumnya pengiriman uang ke bank melalui OVO gratis alias tanpa biaya.

Akhir kata penulis mengucapkan terimakasih telah membaca artikel dari mobilku, semoga apa yang mobilku share dapat bermanfaat bagian kalian semua. Tunggu postingan artikel lainnya di website mobilku.