Satuan Tugas Waspada Investasi sepanjang bulan November 2019 telah memblokir 297 aplikasi financial technology (fintech) pinjaman online abal-abal.

Hal ini dilakukan sebagai langkah untuk mencegah peredaran fintech kredit online yang meresahkan masyarakat. Ketua Satgas Waspada Investigasi Tongam L. Tobing mengungkapkan bahwa saat ini masih ada saja masyarakat yang terjerat oleh lintah darat online ini.

Jangan sampai masyarakat terkena jeratan fintech ilegal. Karena bunganya tinggi, biayanya tinggi, saat jatuh tempo melebihi batas pembayaran akan diteror, ini akan sangat membuat tidak nyaman para masyarakat.

Initimidasi-intimidasi seperti ini akan terus dilakukan dengan tujuan agar peminjam lebih cepat melakukan pembayaran.

Tongam mencontohkan beberapa waktu lalu ada seorang ibu-ibu yang melaporkan ke Satgas jika ia sudah meminjam uang di 141 aplikasi. Dia melaporkan bahwa sehari bisa di teror telepon sebanyak 250 kali, dan membuatnya tidak bisa tidur.

Dari data Satgas, hingga 31 Oktober 2019, ditemukan 297 entitas fintech ilegal yang sudah diblokir. Saat ini jumlah perusahaan fintech lending yang terdaftar dan berizin di OJK (Otoritas Jasa Keuangan) hingga September 2019 mencapai 127 perusahaan.

Berdasarkan data OJK , penyaluran pinjaman P2P lending per 31 Agustus 2019 mencapai Rp. 54,7 triliun dengan jumlah peminjam 530.385 peminjam, di mana 207.507 merupakan entitas serta untuk jumlah pemberi pinjaman 12,8 juta di mana 4,4 juta merupakan entitas.

Akhir kata penulis mengucapkan terimakasih telah membaca artikel dari mobilku, semoga apa yang mobilku share dapat bermanfaat bagian kalian semua. Tunggu postingan artikel lainnya di website mobilku.