Mengatur dan mengelola perubahan budaya di tempat kerja merupakan sebuah pekerjaan yang bisa dibilang menyeramkan. Alasannya adalah perubahan jenis ini memiliki berbagai jenis tantangan yang harus dihadapi.

Sebelum Kamu mengetahui lebih dalam tentang pengelolaan perubahan budaya, Kamu harus mengetahui unsur-unsur tentang.

Pentingnya Sebuah Budaya Perusahaan

Membangun dan membina untuk membentuk budaya kerja yang baik tidak bisa dilakukan dengan secara paksa. Perusahaan yang gagal dalam membentuk budaya perusahaan atau memiliki budaya yang buruk akan memperngaruhi seluruh isi perusahaan.

Pada kasus budaya perusahaan yang buruk, tanda-tanda awal sudah terlihat sehingga dapat dicegah penyebarannya agar masalah tidak semakin banyak.

Masalah-masalah yang ditimbulkan karena budaya kerja sangat berpengaruh kepada produktivitas perusahaan. Dari hal tersebut mengindikasikan bahwa budaya di dalam perusahaan sangatlah penting.

Tujuan Perubahan Budaya

Banyak faktor dan keadaan yang membuat sebuah perusahaan harus melakukan perubahan budaya di tempat kerja.

Faktor dan alasan bisa berupa perubahaan dalam pertumbuhan perusahaan, manajemen atau kepemimpinan perusahaan yang berganti, banyaknya turnover yang dialami perusahaan tersebut dan sebagainya.

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi perubahaan budaya di tempat kerja, diantarnaya

  1. Kondisi Para Karyawan

Faktor pertama yang mendorong terjadinya perubahaan budaya di tempat kerja adalah kondisi karyawan yang bermasalah. Karyawan bermasalah ini sangatlah masalah serius karena dapat memunculkan budaya yang buruk pada perusahaan Kamu.

Biasanya karyawan yang bermasalah ini selalu memberontak dan mengambil keuntungan pribadi dari kebijakan perusahaan.

Dengan memberlakukan peraturan dan budaya yang baru, hal ini akan mencegah karyawan bermasalah tersebut menularkan racun mereka ke karyawan-karyawan lainnya.

  1. Pertumbuhan Perusahaan

Ketika perusahaan mengalami pertumbuhan otomatis semua hal dalam organisasi akan mengalami perubahaan untuk memenuhi kebutuhan dalam pertumbuhan tersebut.

Misalkan perusahaan rintisan yang awalnya hanya memiliki karyawan sedikit masih dapat menggunakan sistem kerja yang fleksibel.

Namun ketika perusahaan rintisan tersebut sudah mulai berkembang dan tumbuh, semakin banyak pelanggannya, secara otomatis kebijakan kerja fleksibel akan diubah menyesuaikan kebutuhan perusahaan karena sudah memilki pelanggan yang banyak.

Dalam perubahan ini pasti banyak karyawan yang kaget karena semakin sedikitnya porsi untuk kerja secara fleksibel. Kamu dapat memberikan penekanan kepada karyawan, bahwa untuk tumbuh dan berkembang butuh perubahan demi kebaikan bersama.

  1. Akuisisi atau Merger

Perubahan budaya di tempat kerja bisa terjadi saat perusahaan diakuisisi atau merger dengan perusahaan lain. Hal ini tidak bisa dihindari karena pasti perusahaan yang diakuisisi akan mengikuti budaya dari perusahaan yang memiliki modal yang lebih besar.

Selain itu, perubahan pada kursi kepemimpinan juga akan mengalami perubahan, hal inilah yang akan membuat perubahan budaya di perusahaan. Perubahan yang berhasil tergantung dari kepemimpinan seorang pemimpin dalam mengintegrasikan budaya perusahaan.

Akhir kata penulis mengucapkan terimakasih telah membaca artikel dari mobilku, semoga apa yang mobilku share dapat bermanfaat bagian kalian semua. Tunggu postingan artikel lainnya di website mobilku.