Membuka online shop memang terbilang praktis. Kamu tidak perlu membuat website toko online sendiri, tapi Kamu bisa berjualan online menggunakan media sosial atau bergabung di situs marketplace yang ada saat ini.

Makanya, saat ini banyak orang yang mencari peruntungan nya melalui bisnis online. Selain kelihatannya mudah untuk dijalankan, keuntungan menjadi pebisnis online juga menggiurkan.

Namun, tentu saja tidak ada bisnis yang tak berisiko. Berikut beberapa risiko menjalankan bisnis online agar tidak membuat Kamu rugi.

  1. Ditipu Pembeli

Dalam bisnis online, tidak hanya ada pebisnis abal-abal, tapi juga ada pembeli abal-abal yang suka menipu. Inilah resiko bisnis online yang masih mengintai penjual dan cukup mengkhawatirkan.

Contohnya, pembeli yang membuat struk palsu dan mengaku sudah mentransfer, pembeli yang membayar tidak sesuai dengan nominal, dan lain-lain.

Maka dari itu, jangan mudah percaya dengan pembeli untuk mencegah tindakan penipuan. Cek dan ricek setiap transaksi, serta simpan bukti komunikasi antara Kamu dan pembeli.

  1. Persaingan Yang Sangat Ketat

Seiring berjalannya waktu, jumlah bisnis online semakin banyak saja. Dikutip dari Liputan6.com, data dari BPS menunjukkan bahwa per 2016 lalu jumlah e-Commerce di Indonesia sudah mencapai 26,2 juta.

Artinya, Kamu memiliki banyak saingan dalam menjalankan bisnis online.Di satu sisi, tentu saja hal ini menjadi suatu risiko bisnis yang serius.

Namun, di sisi lain, persaingan yang ketat dapat memacu Kamu untuk terus memberikan produk dan layanan yang berbeda dan tetap relevan bagi pelanggan. Jika tidak, bisnis online Kamu tidak akan bisa stand out.

Kamu bisa mengatasi hal tersebut dengan menargetkan audiens yang lebih spesifik. Lakukan riset konsumen secara detail untuk mengetahui pain points dan kebutuhan target pelanggan, lalu rancang solusi yang tepat.

  1. Permintaan Pasar Yang Berubah-Ubah

Tingginya permintaan pasar sebetulnya merupakan suatu hal yang baik. Namun, jika tidak dikelola secara tepat, hal tersebut bisa menjadi risiko bisnis online. 

Apalagi jika permintaan pasar cenderung berubah-ubah sedangkan barang yang Kamu jual tidak selalu ready. Biasanya, risiko seperti ini terjadi pada industri bisnis online tertentu seperti fesyen.

Nah, kunci manajemen risiko bisnis satu ini adalah menyediakan stok dalam jumlah tepat. Tujuannya agar bisa terus memenuhi permintaan pasar.

Namun, bagi Kamu yang pemula atau baru saja terjun ke bisnis online, sebaiknya pilihlah produk yang trennya berjalan agak lama atau produk yang selalu dicari pelanggan agar Kamu tidak kewalahan dalam memenuhi permintaan pasar.

  1. Barang Tidak Sesuai Ekspetasi Pembeli

Pembeli tidak dapat melihat dan menyentuh barangnya langsung. Mereka hanya memperhatikan foto produk yang Kamu unggah dan meminta penjelasan dari Kamu mengenai kondisi maupun kualitas produk.

Walaupun Kamu sudah menjelaskannya sesuai kenyataan, belum tentu nantinya pembeli akan puas saat barang diterima. Terkadang, ekspekstasi pembeli juga berlebihan. Akhirnya, mereka kecewa karena bentuk aslinya tidak sesuai gambarannya.

  1. Barang Rusak Saat Pengiriman

Walaupun Kamu sudah memberikan yang terbaik, nasib buruk terkadang tak dapat disangka. Seperti barang yang rusak dalam perjalanan karena kesalahan pihak jasa pengiriman ataupun kesalahan Kamu dalam melakukan packaging.

Padahal, barang yang Kamu kirim masih baru dan bagus, serta tidak cacat sama sekali. Namun, jika tidak hati-hati, maka terkadang barang bisa rusak saat pengiriman.

Akibatnya, Kamu harus repot untuk meminta ganti rugi kepada perusahaan ekspedisi, atau Kamu sendiri yang merugi karena harus mengirim ulang pesanan pembeli dengan yang baru.

  1. Salah Pengiriman

Kiriman yang salah alamat akan membuat barang terlambat sampai ke tangan konsumen. Kamu akan jadi repot karena harus berkali-kali menghubungi atau mendatangi vendor jasa pengiriman untuk mengurusnya.

Belum lagi konsumen juga pasti marah, karena barang pesanan tidak sampai sesuai perjanjian. Masalah yang terkesan sepele, tapi kerap terjadi jika Kamu sebagai penjual kurang teliti.

Maka dari itu, konfirmasi alamat pembeli sebelum Kamu mengirimkan barangnya. Pastikan Kamu menulis dengan jelas nama, alamat rumahnya, dan juga nomor telepon penerima.

Akhir kata penulis mengucapkan terimakasih telah membaca artikel dari mobilku, semoga apa yang mobilku share dapat bermanfaat bagian kalian semua. Tunggu postingan artikel lainnya di website mobilku.