Virus Corona yang menjangkiti masyarakat China bisa memberikan dampak negatif bagi sektor ekonomi Indonesia. Pemerintah patut waspada.

Menurut Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Ahmad Heri Firdaus bencana virus tersebut bisa membuat pasokan barang dari China ke Indonesia terganggu. Hal itu karena menurunnya produktivitas di Negeri Tirai Bambu imbas wabah mematikan itu.

Sebagian besar kategori bahan baku yang mungkin sebagian diproduksi di Wuhan karena adanya supply shock di sana, artinya ada gangguan produktivitas sehingga mungkin produksi di sana berhenti.

Ini tentu pasti ada gangguan aliran barang yang dari Wuhan ke kota lain di China dan keluar negeri, salah satunya Indonesia.

Kondisi tersebut ujung-ujungnya bakal membuat barang, termasuk barang konsumsi yang biasanya dipasok Indonesia dari China menjadi langka.

Indonesia juga cukup bergantung pasokan bahan baku China. Impor bahan baku dari China ke Indonesia mencapai 30%. Jika kondisi tersebut tidak diantisipasi, tentu saja akan kebutuhan bahan baku di Indonesia akan menjadi langka.

Harga Menjadi Naik

Kelangkaan barang impor dari China bakal melambungkan hari di Indonesia. Hal itu sesuai dengan hukum demand-supply. Produk yang cukup banyak diimpor ke Indonesia dari China adalah elektronik, telekomunikasi, dan tekstil.

Seperti juga banjir besar yang pernah terjadi di Bangkok, Thailand. Itu membuat harga elektronik di Indonesia mengalami kenaikan. Pola yang sama bisa terjadi karena dipicu wabah virus corona. Namun, berapa kenaikan harganya, dan hal ini belum bisa diperkirakan.

Sehingga pemerintah harus bersiap terhadap inflasi yang akan terjadi di waktu dekat ini.

Akhir kata penulis mengucapkan terimakasih telah membaca artikel dari mobilku, semoga apa yang mobilku share dapat bermanfaat bagian kalian semua. Tunggu postingan artikel lainnya di website mobilku.